ANIME-KUN
Sabtu, 20 September 2014
Cari Tugas Sekolah
MATERI LENGKAP MENGENAI PENCEMARAN LINGKUNGAN PADA AIR DI INDONESIAN
_____________________________________________________________
--------------------------------------------------------
A. Pengertian
Pencemaran Air
Pencemaran
air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti
danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai,
lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan
merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Dalam PP No 20/1990
“Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi,
dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas
dari air tersebut turun hingga batas tertentu yang menyebabkan air tidak
berguna lagi sesuai dengan peruntukannya
B. Pencemaran
Air Di Indonesia
Air
merupakan kebutuhan dasar manusia dalam kehidupannya. Namun, penduduk dunia
masih dihantui ancaman bahaya kekurangan air dan sanitasi yang buruk. Di
Indonesia sendiri masih warga yang tak terpenuhi kebutuhan air bersih.
Hasil
survei Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan, kondisi pencemaran air di
Indonesia telah meningkat hingga 30 persen. Angka tersebut didapat dari
pemantauan
terhadap
52 sungai di Tanah Air mulai dari 2006 sampai 2011.
C. Penyebab
Pencemaran Air Sungai Di Indonesia
Menurut
Achmad Lutfi,2009:01 pada dasarnya pencemaran air sungai di indonsia disebabkan
oleh beberapa faktor diantaranya yaitu:
1. Berkembangnya industri-industri di
Indonesia
Denwasa
ini industri-industri di Indonesia semakin berkembang, baik jumlah, teknologi,
tingkat produksi maupun limbah yang di hasilkan. Industri-industri khususnya
yang berada di dekat aliran sungai cenderung akan membuang limbahnya ke dalam
sungai yang dapat mencemari ekosistem air, karena pembuangan limbah industri ke
dalam sungai dapat menyebabkan berubahnya susunan kimia, bakteriologi, serta
fisik air. Polutan yang di hasilkan oleh pabrik dapat berupa:
1. Logam Berat: timbale, tembaga, seng
dll.
2. Panas: air yang tinggi temperaturnya
sulit menyerap oksigen yang pada akhirnya akan mematikan biota air.
2.
Belum tertanganinya pengendalian limbah rumah tangga
Limbah
rumah tangga yang belum terkendali merupakan salah satu faktor yang menyebabkan
pencemaran lingkungan khususnya air sungai. Karena dari limbah rumah tangga
dihasilkan beberapa zat organik dan anorganik yang dibuang dan dialirkan
melalui selokan-selokan dan akhirnya bermuara ke sungai. Selain dalam bentuk
zat organik dan anorganik, dari limbah rumah tangga bisa juga membawa
bibit-bibit penyakit yang dapat menular pada hewan dan manusia sehingga
menimbulkan epidemi yang luas di masayarakat.
3. Pembuangan limbah pertanian tanpa melalui
proses pengolahan.
Limbah
pertanian biasanya dibuang ke aliran sungai tanpa melalui proses pengolahan,
sehingga dapat mencemari air sungai karena limbah pertanian mengandung berbagai
macam zat pencemar seperti pupuk dan pestisida.
Penggunaan
pupuk di daerah pertanian akan mencemari air yang keluar dari pertanian karena
air ini mengandung bahan makanan bagi ganggang dan tumbuhan air seperti enceng
gondok sehingga ganggang dan tumbuhan air tersebut mengalami pertumbuhan dengan
cepat yang dapat menutupi permukaan air dan berpengaruh buruk pada ikan-ikan
dan komponen ekosistem biotik lainnya.
Penggunaan
pestisida juga dapat menggagu ekosistem air karena pestisida bersifat toksit
dan akan mematikan hewan-hewan air, burung dan bahkan manusia.
4.
Pencemaran air sungai karena proses alam
Proses
alam juga berpengaruh pada pencemaran air sungai misalnya terjadinya gunung
meletus, erosi dan iklim.
Gunung
meletus dan erosi dapat membawa berbagai bahan pencemaran salah satunya berupa
endapan/sediment seperti tanah dan lumpur yang dapat menyebabkan air menjadi
keruh, masuknya sinar matahari berkurang, dan air kurang mampu mengasimilasi
sampah.
Iklim
juga berpengaruh pada tingkat pencemaran air sungai misalnya pada musim kemarau
volume air pada sungai akan berkurang, sehingga kemampuan sungai untuk
menetralisir bahan pencemaran juga berkurang.
D.
Dampak Pencemaran Air Sungai di
Indonesia
Menurut
Triastuti,2008:01 pencemaran air sungai di Indonesia membawa dampak negatif
yang beraneka ragam. Diantaranya adalah:
1. Meracuni sumber air minum
Misalnya
air yang tercemar oleh logam-logam berat yang masuk ke dalam tubuh melalui minuman dapat
tertimbun dalam organ-organ tubuh seperti ginjal, hati, limpa, saluran
pencernaan lainnya sehingga mengganggu fungsi organ tubuh tersebut.
Selain
itu pencemaran yang disebabkan oleh zat radioaktif dapat menyebabkan penyakit
kanker serta merusak sel dan jaringan tubuh lainnya.
2.
Mengakibatkan penularan penyakit
Yaitu
air yang tercemar oleh virus dan bakteri. Misalnya bakteri coli yang dapat
menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau
penyakit kulit.
3.
Merusak ekosistem air (membunuh ikan-ikan dan organisme dalam air lainnya)
Yaitu
disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya:
• Disebabkan karena penguraian sampah
organik yang dalam penguraiannya memerlukan banyak oksigen sehingga kandungan
oksigen dalam air menjadi semakin sedikit yang mengakibatkan ikan-ikan dan
organisme dalam air kekurangan oksigen dan akhirnya mengakibatkan kematian.
• Bahan pencemaran organik yang tidak
dapat diuraiakan oleh mikroorganisme sehingga akan menggunung dan mencemari air
sungai yang dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup di
dalamnya.
• Bahan pencemaran berupa makanan
tumbuh-tumbuhan yang dapat menyebabkan tumbuhnya alga (ganggang) dan tumbuhan
air separti enceng gondok dengan pesat sehingga menutupi permukaan air yang
mengakibatkan kadar oksigen dan sinar matahari berkurang karena terhalang dan
tidak dapat masuk ke dalam air sehingga mengganggu kehidupan akuatik (organisme,
ikan, dan tanaman dalam air).
4.
Mengakibatkan terjadinya bencana alam
Seperti
banjir yang diakibatkan karena tersumbatnya aliran sungai oleh sampah
masyarakat sehingga merugikan kehidupan masyarakat itu sendiri dan makhluk
hidup lain di sekitarnya.
E.
Cara Mencegah Pencemaran Air
Sungai di Indonesia
Menurut
Achmad Lutfi,2009:01 untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran air sungai di
Indonesia kita perlu melakukan berbagai langkah diantaranya adalah:
1.
Melestarikan tumbuhan di hulu sungai dan membuat sengkadan pada lahan pertanian
yang miring
Agar
tidak menimbulkan erosi tanah, di sekitar hulu sungai sebaiknya ditanami
tumbuh-tumbuhan yang dapat menahan terjadinya erosi serta pada lahan pertanian
yang miring dibuat sengkedan agar tidak menimbulkan erosi dan tanah longsor
2.
Tidak membuang sampah apapun ke dalam sungai
Sampah
seharusnya memang tidak di buang ke sungai tetapi sampah dapat dimanfaatkan
menjadi barang yang berguna. Misalnya:
• Sampah padat dari rumah tangga berupa
plastik atau serat sintesis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme
dapat diolah menjadi bahan lain yang berguna. Misalnya dapat diolah menjadi
karet.
• Sampah organik yang dapat diuraiakan
oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat
digunkan sebagai pupuk.
3.
Tidak menggunakan pupuk atau pestisida secara berlebihan
Penggunaan
pupuk dan pestisida sebagian besar biasanya dilakukan oleh lahan pertanian yang
airnya kemudian dialirkan ke sungai tanpa melalui proses pengolahan. Maka dari
itu, penggunaannya harus seminimal mungkin agar tidak menimbulkan pencemaran
yang serius
4.
Mengolah limbah industri menjadi barang yang bermanfaat. Misalnya mengolah
limbah industri gula menjadi tetes (yang dapat digunakan sebagai pupuk) maupun
menjadi micin (yang dapat digunakan sebagai penguat rasa makanan).
5.
Memanfaatkan tanaman air seperti enceng gondok yang tumbuh secara tidak
terkendali menjadi barang-barang kerajinan, seperti tas
6. Melestarikan hutan
Yaitu
dilakukan agar ketersediaan air yang disimpan oleh tumbuh-tumbuhan hutan tidak
berkurang, sehingga sumber-sumber mata air sungai tidak berkurang memproduksi
air dan volume air sungai tetap stabil. Selain itu tumbuhan hutan dapat
menyerap CO2 dan menghasilkan O2 yang dapat mencegah terjadinya hujan asam yang
dapat merusak ekosistem air sungai.
7.
Membuat undang-undang mengenai pencemaran air sungai di Indonesia serta
melakukan pengontrolan secara ketat dan sanksi keras pada yang melanggar
ketentuan pemerintah tersebut.
8. Yang
paling penting dari pencegahan pencemaran air sungai di Indonesia adalah
menyadarkan masyarakat Indonesia itu sendiri akan pentingnya aliran sungai bagi
kehidupan. Karena dengan kesadaran itu masayarakat akan menjaga dan
melestarikan sungai tanpa paksaan dari pihak manapun sehingga mereka tidak akan
membuang bahan pencemaran ke dalam sungai dan sungai akan terjaga
kelestariannya yang akan membawa kesejahteraan bagi makhluk hidup di
sekitarnya.
F. KOMPONEN
PENCEMARAN AIR
Zaman
sekarang ini manusia telah mengenal banyak sekali jenis-jenis zat kimia. Dan
hampir 100.000 zat kimia digunakan secara komersil. Sebagian besar sisa zat
kimia tersebut dibuang ke badan air atau air tanah. Seperti pestisida yang
digunakan di pertanian, industri atau rumah tangga, deterjen yang digunakan di
rumah tangga, atau PCBs yang biasa digunakan dalam alat-alat elektronik.
3.1 Bahan Buangan Padat
Bahan
buangan padat adalah bahan buangan yang berbentuk padat, baik yang kasar maupun
yang halus, misalnya sampah. Buangan tersebut bila dibuang ke air menjadi
pencemaran dan akan menimbulkan pelarutan, pengendapan ataupun pembentukan
koloidal.
3.2 Bahan buangan organik dan olahan bahan
makanan
Bahan
buangan organic umumnya berupa limbah yang dapat membusuk atau terdegradasi
oleh mikroorganisme, sehingga bila dibuang ke perairan akan menaikkan populasi
mikroorganisme
.
3.3 Bahan buangan anorganik
Bahan
buangan anorganik sukar didegradasi oleh mikroorganisme, umumnya adalah logam.
Apabila masuk ke perairan, maka akan terjadi peningkatan jumlah ion logam dalam
air. Bahan buangan anorganik ini biasanya berasal dari limbah industri yang
melimbatkan unsur-unsur logam seperti timbal (Pb), Arsen (As), Magnesium (Mg),
dll.
3.4 Bahan buangan cairan berminyak
Bahan
buangan berminyak yang dibuang ke air lingkungan akan mengapung menutupi
permukaan air. Jika bahan buangan minyak mengandung senyawa yang volatile, maka
akan terjadi penguapan dan luas permukaan minyak yang menutupi permukaan air
akan menyusut. Penyusutan minyak ini tergantung jenis minyak dan waktu. Lapisan
minyak pada permukaan air dapat terdegradasi oleh mikroorganisme tertentu,
tetapi membutuhkan waktu yang lama.
Langganan:
Komentar (Atom)